Berbagai macam doktrinisasi telah saya dapatkan berkenaan dengan masa depan, menekankan bahwa bagaimana anda dimasa depan adalah tergantung dari apa yang anda lakukan hari ini, anda banyak bermain, maka dimasa depan tidak akan ada hasil yang patut dibanggakan. Dan berbagai macam doktrin lainnya lagi.
Tapi memang benar doktrin atau motivasi semacam itu akan membentuk suatu dorongan agar tidak menyia-nyiakan waktu muda sekarang ini.
Hanya satu hal yang saya takutkan dimasa depan, yaitu ketika kutipan kalimat ini salah "hasil tidak akan menghianati proses".
Ketika hari ini saya sibuk menghabiskan waktu untuk menuntut ilmu, sibuk dengan urusan kuliah, berorganisasi, membangun relasi kebanyak orang, namun hasil dikemudian hari tidak sesuai dengan semua kelelahan ini, maka akan saya katakan bahwa hidup ini sungguh kejam, hidup ini tidak adil, hidup ini hanya sebuah kebohongan belaka.
Namun pendapat itu hanya sebuah pikiran negatif saya tentang hidup ini, toh dipanggung pentas kehidupan hari ini, orang-orang yang berjaya, sukses, tenar, kaya raya tidak lepas dari masa lalu yang keras, proses yang panjang, bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan cara kita berproses sekarang ini, konon seorang bill gates ketika mendirikan microsoft nya hanya menyisihkan 8 jam perminggu untuk waktu tidurnya, pemilik blackberry yang sempat menamatkan semua buku di sebuah perpustakaan ketika masih muda, bahkan seorang Muhammad yang sedari kecil sudah ditempa dengan kerasnya hidup tanpa kasih sayang orang tua sehingga peradaban yang dibawa olehnya masih bertahan selama lebih dari 1400 tahun lamanya.
Berkenaan dengan hal ini kita sudah sepatutnya tidak menyia-nyiakan waktu yang ada sekarang ini jika kaum materialis mengatakan waktu adalah uang itu tidak sepenuhnya salah, artinya kita dituntut untuk menggunakan waktu sebaik mungkin, dalam islam pun waktu diibaratkan sebagai pedang ketika pedang itu tidak digunakan sebaik mungkin maka pedang itu yang akan menusuk diri kita.
Manusia pun bisa memprediksi masa depan tapi bukan meramal, contohnya jika saya katakan bahwa besok saya akan sakit, jika saya mengupayakan sebab kenapa harus sakit, bisa saja saya tidak makan seharian atau bermain hujan-hujanan, atau hal apa saja yang bisa menyebabkan sakit. artinya hukum sebab akibat tetap berlaku, sebuah hukum yang mutlak adanya. Sama halnya dengan diri kita dimasa depan, jika kita mengupayakan untuk masa depan yang baik, seyogyanya lah kita untuk mengupayakan sebab akan hal itu.
menarik untuk mengingat perkataan presiden pertama kita yang mengatakan: Gantungkan lah cita-cita mu setinggi langit agar jika kamu jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang.
Logikanya jika kita bercita-cita ingin menjadi presiden dan gagal kita masih bisa menjadi gubernur. Jangan bercita-cita menjadi pemulung, karena kalau gagal mau jadi apa lagi. He he..
Orang-orang yang takut akan masa depan yang buruk adalah orang-orang yang belum memiliki keyakinan akan hukum sebab akibat, sehingga tidak melakukan upaya-upaya untuk mendapatkan masa depan yang baik. Teman saya mengatakan sekalipun didatangkan kepadamu 1000 mario teguh ketika tidak ada motivasi dari dalam diri sendiri maka akan sia-sia saja, entah itu benar atau tidak yang pastinya motivasi diri memang dibutuhkan.
Sebenarnya musuh kita yang paling berat tidak pernah jauh dari diri sendiri. Dia selalu membayang-bayangi dan merasuki kapan saja, itulah kemalasan. Ya, rasa malas adalah musuh terberat, seseorang bisa menjadi bodoh karena malas, seseorang bisa menjadi miskin karena malas, malas memang manusiawi tetapi kesuksesan kita ketika mampu melawan rasa malas tersbut.
Terkadang ketika rasa malas menghampiri, rasa hanya ingin tidur-tiduran, duduk meghayal, istilah anak jaman sekarang mager maka berikan apa maunya. Dan setelah itu akan muncul ide dan gagasan baru yang mengalir deras yang siap untuk ditampung.
Diakhir tulisan ini saya ingin mengutip pekataan dari Seno Gumira Adjidarma yang cukup memotivasi agar tidak menyia-nyiakan masa muda. " Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan terlambat kekantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan pensiun tidak seberapa".
Minggu, 10 April 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar